Berkelahi Lagi, Dua Saudara Ini Hanya TUHAN Yang Dapat Mendamaikan
Konflik Israel-Palestina hanya Tuhan yang dapat mendamaikan
AKTUALITASNEWS.COM - Israel dan Palestina sesungguhnya adalah bersaudara. Demikian tertulis dalam ayat-ayat kitab suci agama besar dunia, Alkitab dan Alquran. 08/10/2023.
Yang mengherankan, kedua Negara yang bertetanggaan itu sudah saling berkelahi sejak abad ke 19. Konflik Israel–Palestina bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel memiliki satu pandangan yang sama dan sebaliknya Palestina.
Terdapat kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial komunitas lainnya, dan sebagian menganjurkan solusi dua negara. Sebagian lagi menganjurkan dua bangsa dengan satu negara sekuler yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.
Konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina dimulai sejak akhir abad ke -19. Pada 2 November 1917 Inggris mencanangkan Deklarasi Balfour, yang dipandang pihak Yahudi dan Arab sebagai janji untuk mendirikan ”tanah air” bagi kaum Yahudi di Palestina.
Konflik sengit mulai terjadi karena masalah wilayah teritori. Secara sepihak, Israel mengumumkan diri sebagai negara yahudi. Sedangkan komunitas arab tidak bisa menerima.
Akibatnya Inggris hengkang dari Palestina, sedangkan negara Arab seperti Mesir, Suriah, Irak, Lebannon, Yordania, dan Arab Saudi mulai menabuh genderang perang melawan Israel. (Kutipan dari katadata.co.id, 20/05/2021).
Belakangan sempat adem ayem, namun kemarin, 07 Oktober 2023, justru Palestina kembali menyerang Israel dengan ribuan roket, sehingga harus menewaskan 250 orang penduduk Israel.
Dikutip dari kompas.co, 7 Oktober, kelompok militan Palestina, Hamas, melancarkan serangan ke Israel pada Sabtu pagi. Jumlah korban tewas akibat serangan Hamas disebutkan melonjak menjadi sedikitnya 250 orang dan ratusan lainnya luka-luka.
Juru bicara Militer Israel, Jonathan Conricus, telah memberikan sebuah briefing pada Minggu (8/10/2023) pagi, ketika pertempuran terus berlanjut di bagian selatan negara itu semalam.
Sementara itu Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bereaksi keras usai Hamas menghujani wilayahnya dengan rentetan tembakan roket dan senjata di 22 lokasi di luar Jalur Gaza.
Ia mengatakan, Israel akan meladeni serangan Hamas dan menyebutnya sebagai perang.
"Kita sedang berperang. Musuh akan membayar harga yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Netanyahu, dikutip dari PBS, Sabtu.
Serangan Hamas ke Israel pada awal Oktober 2023 menandai eskalasi kedua pihak sejak mereka terlibat perang 11 hari pada 2021.
Hamas mengklaim, pihaknya telah menembakkan 5.000 roket, sedangkan Israel menyebutkan bahwa pesawat tempur kelompok ini sudah memasuki wilayahnya.
Juru Bicara Hamas Khaled Qadomi menyebutkan, serangan kelompoknya ke Israel dilakukan sebagai respons atas kekejaman yang dirasakan rakyat Palestina selama beberapa tahun belakangan.
"Kami ingin masyarakat internasional menghentikan kekejaman di Gaza, terhadap rakyat Palestina, situs-situs suci kami seperti Al-Aqsa. Semua hal ini adalah alasan di balik dimulainya pertempuran ini," ujarnya dikutip dari Al Jazeera.
Sementara itu, Komandan Militer Hamas Mohammed Deif mengatakan, serangan ke Israel merupakan respons atas blokade yang terjadi di Gaza selama 16 tahun.
Ia juga menyoroti serangan Israel ke kota-kota di Tepi Barat selama setahun terakhir, termasuk tindak kekerasan di Al Aqsa.
Deif menyebutkan, serangan ini sebagai Operasi Badai Al Aqsa dan mengajak warga Palestina dari Yerusalem Timur dan Palestina untuk bergabung dalam perlawanan ini.
"Cukup sudah. Hari ini rakyat mendapatkan kembali revolusi mereka," ujarnya Deif dikutip dari Associated Press, Sabtu.
Sumber: Kompas/katadata
Penulis: Koresponden
Editor: Redaksi
Kepada Seluruh Masyarakat di Tanah Air, Jika Ada Informasi, Dan Menemukan Kejadian/Peristiwa Penting, Atau Pelanggaran Hukum, Baik Oleh warga atau Pejabat Pemerintah/Lembaga/Penegak Hukum, Silahkan mengirimkan informasi, berupa Narasi/tulisan, Rekaman Video/Suara, ke No telepon/WA: 0853-6381-4752 - Email: newsaktualitas@gmail.com.
Jangan Lupa Mengirim Indensitas Lengkap, Kami menjamin kerahasiaan Identitas Narasumber.




