Biaya MBG Sehari Rp1T, Bisa Rehab 4.500 Kelas Sekolah, Seskab Teddy Ternyata Asal Bunyi
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menanggapi kritik yang menyebut banyaknya sekolah rusak dan terbengkalai sebagai dampak pemotongan anggaran pendidikan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa kondisi sekolah yang rusak merupakan persoalan lama yang sudah terjadi sejak sebelum program tersebut berjalan.
Menurut Teddy, perbaikan fasilitas sekolah sebenarnya menjadi kewenangan pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan aturan yang berlaku, pengelolaan pendidikan dibagi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
"Sekolah yang rusak memang sudah menjadi masalah sejak lama. Namun perlu diingat bahwa kewenangan pengelolaan sekolah berada pada pemerintah daerah. SMA merupakan tanggung jawab gubernur, sementara SD dan SMP berada di bawah kewenangan bupati dan wali kota," ujarnya pada Sabtu (28/2/2026).
Meski demikian, Teddy menyebut Presiden Prabowo Subianto tetap mengambil langkah dengan melakukan intervensi melalui pemerintah pusat untuk mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan. Program renovasi sekolah tersebut dijalankan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, pemerintah telah melakukan renovasi terhadap sekitar 16 ribu sekolah di berbagai daerah. Program tersebut menelan anggaran sekitar Rp17 triliun.
"Karena masalah kerusakan sekolah sudah berlangsung lama dan belum sepenuhnya tertangani, pemerintah di era Presiden Prabowo mengambil langkah untuk melakukan renovasi. Pada tahun 2025 saja sekitar 16.000 sekolah telah diperbaiki, dan data maupun dokumentasinya dapat dicek," jelasnya.
Selain renovasi sekolah, pemerintah juga menambah berbagai fasilitas pendidikan untuk mendukung proses belajar mengajar. Salah satunya adalah penyediaan interactive flat panel dan perangkat digital lainnya di sekolah.
Teddy mengatakan pada 2025 pemerintah telah mendistribusikan sekitar 280.000 unit televisi digital untuk pembelajaran di sekolah-sekolah. Jumlah tersebut direncanakan akan kembali ditingkatkan pada tahun berikutnya.
Ia juga menyebut pemerintah sedang menyiapkan berbagai program pendidikan lain, seperti pembangunan Sekolah Garuda, sekolah terintegrasi, serta pembangunan kampus-kampus baru.
Dengan berbagai program tersebut, Teddy menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG tidak mengurangi anggaran pendidikan. Menurutnya, seluruh program pendidikan tetap berjalan bahkan mengalami penambahan.
"Tidak ada program pendidikan yang dihentikan. Semua program tetap berjalan dan bahkan ditingkatkan," katanya.




