Terminal Mobil Penumpang Meulaboh Masih Belum Beroperasi Maksimal
ACEH BARAT,- Terminal Tipe A Meulaboh, di Gampong Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, masih belum beroperasi maksimal. Dibangun sembilan tahun lalu menggunakan Rp 25,8 miliar Anggaran Pendapatan Belanja Negara, namun angkutan umum lokal enggan berpindah ke terminal itu. Pada konsepnya, terminal Tipe A ini menjadi tempat angkutan penumpang terpadu yang meliputi angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Antar Desa (ANGDES).
Koordinator Satuan Pelayanan Tipe A Meulaboh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah Aceh, Tri Sulo menyebut bahwa terdapat banyak kendala jika hendak mengoperasikan secara maksimal. Padahal, banyak dampak positif terhadap daerah jika Terminal beroperasi penuh.“Jadi sempat beroperasi tapi tidak lama, karena operator angkutan umum sampai dengan saat ini mereka tidak bersedia masuk ke terminal Tipe A Meulaboh dengan alasan karena jarak dari pusat kota terlalu jauh,” kata Tri.
Tri menyebut, para supir angkutan mengaku lokasi terminal cukup jauh dari pusat kota, sehingga mereka juga enggan berpindah dari lokasi terminal tipe c yang saat ini menjadi pusat travel di Aceh Barat. Meski demikian pihaknya terus berupaya untuk mengajak mereka agar mau pindah ke terminal tipe A. Lalu, adanya loket liar travel antar provinsi yang mengoperasikan kendaraan plat hitam, dan ini menjadi salah satu catatan yang harus menjadi perhatian bersama.
Sehingga perlu ketegasan agar mobil tida terdata tak boleh melakukan aktivitas angkutan umum. “Mereka khawatir apabila nanti pindahkan ke terminal Tipe A Meulaboh, karena loket – loket liar itu tetap dibiarkan masih ada di kota jadi masyarakat pengguna jasa angkutan umum larinya ke sana,” sebutnya. Meskipun para sopir angkutan umum masih enggan untuk pindah ke terminal Tipe A sebut Tri, pihaknya tidak akan menyerah dan akan terus melakukan sosialisasi bersama dengan pihak-pihak terkait lainnya agar para sopir angkutan tersebut mau pindah ke terminal tersebut. “Kementerian perhubungan dalam hal ini BPTD Kelas II Aceh berharap supaya terminal tipe A Meulaboh segera dapat beroperasi secara penuh dan dimanfaatkan secara optimal oleh operator angkutan umum dan pengguna jasa angkutan di wilayah Aceh Barat,” demikian Tri Sulo.
Salinan ini telah tayang di https://www.ajnn.net/.




